Semua orang barang kali seperti saya. Pernah mengalami detik dan saat jatuh dan bangun. Dan setiap kali itu kita sebenarnya perlu belajar mensyukuri nikmat yang Allah SWT kurniakan. Nikmat seronok; malah nikmat sakit. Itulah kehidupan sebenarnya. Jika dalam sukar pun kita belajar bersyukur atas segala kurniaan Allah, maka tidak hairanlah jika dalam keadaan senang kita tidak lupa mensyukuri nikmat yang ditaburNya untuk kita. Belajarlah mensyukuri nikmat yang Allah kurniakan untuk kita walaupun pada kita sedikit cuma. Sebenarnya yang sedikit itulah yang bakal menjadi 'roh'kepada pembangunan diri dan seterusnya memotivasikan untuk membolehkan kita terus mengorak langkah lagi dan lagi.
Belajar untuk memberi dan selalu pula bersedia menerima. Untuk kita hanya dipinjamkan sementara!
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
DIARI SEORANG PESARA 3
Menjadi seorang pesara, rutinnya hanya di rumah. Menyiapkan tugas-tugas hakiki sebagai suri rumah. Tidak ada bezanya. Cuma dulu banyak ma...

-
Anak saya Fatin Naimah dan Farah Izzati sering terpilih mewakili sekolah dalam pertandingan pidato ketika di sekolah rendah. Sebagai gala...
-
Indah berbalam si awan petang, Berarak di celah pepohon ara; Pemanis kalam selamat datang, Awal bismillah pembuka bicara. Yang Berusaha ...
-
Sebagai seorang guru kadang-kadang kita hairan mengapa pencapaian akademik para pelajar kita ada yang semakin merosot. Atau barangkali ke...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan